" Marcella bangun nak , kamu sekolah kan? " Sahut bunda membangunkan gue
" Iya bundaa iya " jawab gue nada masih bangun tidur
" Cepat nak kamu kan juga antar bunda ke toko kan? Ini hari senin kamu sudah kelas 3 bagun dong malas sih " kata bunda membangun kan gue
" Iya bun udah bangun nihh , capek nih bun tadi malem abis ngerjain tugas banyak banget -_- itu guru ngeselin deh u,u " keluh ku pada bunda
" Sudah tak apa namanya juga kan kelas 3 yaudah sekarang kamu mandi terus siap siap ya bunda mau bikinin kamu sarapan dulu " ujar bunda sambil memberikan ku handuk
" Oke deh bunda " jawab ku
Setelah itu gue siap siap , sarapan , anterin bunda ke toko pakwira , dann tiba lah gue di sekolah yang menurut gue angker *ups bukan angker banyak hantunya loh tapi angkerr....... Angker orang-orangnya terutama micella purnama ihh rasanya pengen gue ..*
*teeeett... Bell mata pelajaran pertama berbunyi , suasana kelas gue sangat gaduh , gimana enggak gaduh jam pertama aja udah ga ada guru duh itu guru males banget sih .
Disaat gue sedang melamun tiba-tiba sosok arbaim lewat depan gue
" Duh gileeeee malaikat tanpa sayap lewaatt ganteng banget " ujar gue pelan .
" Duh marcella jangan ngarep lu sama arbaim kena batunya loh kalau deketin arbaim lo tau nenek lampir itu gimana " ujar melly oh ya melly itu temen sebangku gue , dia termasuk orang berkecukupan sih dan intinya dia ga sombong !
" Nenek lampir siapa tuh? " Tanya gue bego -_-
" Ih itu micella masa iya lo gatau " jawab melly
" Eh iyaaa ya " lanjut gue
Tanpa gue sadar gue terus menatap arbaim dalam dalam tanpa gue sadar juga micella ngawasin gue dari jauh. Dan mati lah gue dia nyamperin gue
" Eh cewe beasiswa ! Ngapain lo liat liat arbaim ! " Bentak si micella
" Emangnya kenapa kalau gue cewe beasiswa ! So berhenti lah manggil gue kaya gitu ! Dan emang kenapa kalau gua liatin arbaim ! Emang lo siapa dia ! " Sahut gue kesel
" Hellooowwww ga ngaca ya ,,, lo itu orang miskin jadi ga pantes lah disini , dan semua orang juga tau arbaim itu suka sama gue dan dia itu cowo gue " kata micella bangga
" Ah terserah lo deh bosen denger kata kata lo , jadi pusing gue " ujar gue sambil pergi meninggalkan micella dan teman temannya .
Keluarlah gue dari kelas yang membuat gue ga tenang dan menuju tempat favorite gue yaitu perpustakaan . Kenapa gue lebih memilih perpustakaan . Karena disana gue dapat keliling dunia , membaca kunci dunia , mendapatkan ilmu dan disana tenang ga ada teriakan nenek lampir itu . Dan juga gue suka membaca apa lagi cerpen dan novel , hampir semua novel dan cerpen udah gua baca *ga ada yang percaya kan? * kenapa gitu? Karena selama 3 tahun gue belajar tempat yang sering gua jadiin tongkrongan sama melly ya perpus .
Sudah berbosan bosan diperpustakaan akhirnya gue memutuskan untuk ke kelas lagi dan membawa beberapa novel yang gue pinjam dari perpustakaan . Saking asiknya membaca sambil jalan gue pun enggak sengaja menabrak cowo !
" Aduhh .. Sakitt -_- " ujar gue kesakitan karena tabrakan sama tuh cowo sampe gue jatuh
" Duh maaf ya maaf " kata cowo itu dan membangunkan gue
" Eh lo arbaim , seharusnya gue yg minta maaf soalnya gua jalan sambil baca buku " ujar gue grogi
" Haha santai aja marcella gue juga salah kok " katanya
" Eh udah dulu ya im bye " ujar gue
" Oke deh bye juga " katanya
Yaampun gue ngobrol sama arbaim itu tuh suatu kemajuaan buat gue ,, duhh ini hati jadi dag dig dug kaya ada yang nyalahin petasan dalam hati gue ..
Galama dari kejadian itu gue dapet kabar dari melly kalau ternyata arbaim baru aja jadian sama micella . Yaampun baru tadi gue senengg .. Ga tau gue mesti ngapain , mau nangis tapi buat apa , emangnya arbaim siapa gue . Mau marah? Marah kesiapa lagi pula ga ada yang salah .
Hari-hari berjalan lancar gue berusaha ngelupai itu semua tapi sulit banget karena apa? Micella begitu lengket dengan arbaim ! Duhhhhh pengen gua buang tuh micella seandainya dia sampah organik -_- !
" Marcella lu dapat undangan ga? " Ujar melly
" Undangan dr siapa mel ? " Tanya gue
" Oh my good are u serious ? Gatau dan bener bener ga dikasih undangan dari arbaim? " Kaget melly
" Apa arbaim mau tunangan ama nenek lampir ? Apa jangan jangan nikah ? Ya allah kenapa ya allah " pasrah ku
" Heh jangan teriak ! Lo ada ada aja , bukan itu keleess "
" Terus apaa dong? " Tanya gue
" Arbaim kan entar malem ngadain pesta ulangtahun nya , masa iya lu ga diundang , satu sekolah diundang kali termasuk nenek lampir " jelas melly
" Gua enggak mel , dan ga mungkin juga dia undang orang miskin dan kampung kaya gue gini " sedih gua
" Ya lu tuh cantik , lu ga kampungan lu tuh pinter semua orang iri kali sama lo , mungkin arbaik belum ngeliat lo kali " kata melly
" Hmm iya juga sih ya " kata gue lemes
" Udah laaaah pulang yukk , jangan disini mulu nanti lu galauu , gua ga akan dateng kalau ga diundang tenang aja " katanya
" Eh mell jangann dateng aja " kata gue
"Yaudah gini kalau lu nanti diundang sms atau tlp gue yaa " kata melly
" Oke deeehhh " kata ku ..
Oke gue pun pulang kerumah , pulang kerumah jalan karena tadi pas mau anter bunda ketoko pak wira ban sepeda gue bocor -_-
Saat dirumah
" Assalamualaikum bundaa marcella pulang "
Ujar gue sambil cium tangan bunda
" Waalaikum salam , nak ini ada kiriman dari pak wira " kata bunda
" Waah apaan ini bun " tanya ku
" Itu gaun , nanti kamu pakai saat acara anak nya pakwira adaain ultah ya "
" Apa? Nama anaknya pak wira siapa bu? "Tanya ku
" Arbaim , dia satu sekolah loh sama kamu " ucap bunda
" Apaa ? Arbaim? " Kaget ku
" Iya kamu kenal nak? "
" Itu temen sekelas ku " kaataku
" Oh berteman yang baik ya " kata bunda
Gue langsung menuju kamar sambil kebingungan .
" Duh kalau arbaim tau gue marcella gimana nih , ahaa gue bikin topeng aja ahh " ujar gue dalam hati .
Beberapa saat kemudian gue langsung membuat topeng dari karton .
Menjelang malam , gue pun siap siap ber-make up . Untuk keacara ultah arbaim , tidak lama dari itu pak wira menjemput gue , ibu sengaja ga ikut karena lagi tidak enak badan .
Tidak lama dari itu sampai lah dirumah pakwira , aduhh dag dig serr ini hati acaranya mewah dan RAMAI !! Omg -,-
" Ayo nak turun " ujar pak wira .
" Iya pak duluan aja " kata ku
Pakwira pun turun dari mobil , aku masih dibelakangnya , mempersiapkan topeng , lalu gue pun perlahan berjalan ke arah pintu masuk . Saat itu acara ada dihalaman tengan rumah nya pak wira . Saat menuju halaman rumah pak wira sejauh ini belum ada nenek lampir .
" Wah syukur deh ga ada nenek lampir " ujar gue dalam hati
What ! Itu nenek lampir kenapa liatin gue ? Apa gue ketaraan banget marcella ya -_-
" Heh kampungan ini kan bukan pesta topeng , ngapain lo make topeng , dasar cewe aneh "
Gue pun menjauh dari micella .
Tiba-tiba arbaim mengarah ke gue .
" Hai cewe cantik , kenapa menggunakan topeng ? Gue kenal lo ga ya ? Apa lo tepen bokaap gue? " Tanya arbaim
*duh arbaim ga kenalin gue * ucap gue dalam hati
" Cantik? " ulang arbaim lagi
" Eh iya gue temen bokap lo " jawab gue
" Oh iya ikut guee yuk kan mau potong kue , lo anak temen bokap gue pasti special deh ayo sini " ajak arbaim
Gue pun ikut aja soalnya arbaim megang tangan gue .
Semuanya undangan yang aada di pesta itu pun menyanyikan arbaim lagu ulang tahun . Dan arbaim pun memotong kue , potongan pertama buat ayahnya dia , yang kedua buat temen temen nya dan yang ketiga pasti lah buat nenek lampir itu soalnya dia kan cewenya .. Hati gue disitu udah hancur . Tapi tunggu deh kok arbaim menuju kegue ya? Apa buat gue
" Cantik ini potongan ke3 buat kamu terima ya ? " Katanya
" Loh kok buat gue ? Cewe lo? " Jawab gue
" Lo special banget buat gue , gue jatuh hati ke lo . Boleh minta nomor tlp lu kan? " Tanya nya
Oke gue kasih aja lah namanya juga minta mana mungkin gue tolak . Tiba tiba
" Heh kampungan ! Lo cewe baru nya arbaim? Dasar perebut cowo orang ! " Marah micella
" Micella ! Hentikan ! Dia bukan cewe gue ! Tapi dia calon cewe gue ! Jangan pernah lo ganggu dia ! Cukup cell selama ini gue tertekan sama lo ! Kita putus " ujar arbaim kepada micella
" Tega lo ya im " ujar micella
" Ga nyangka gue sama lo im " ujar gue dan langsung pergi meninggalkan arbaim dan acara itu
Hari hari telah berlalu semenjak dari pesta itu gue enggan ketemu arbaim dan ga mau berurusan dengan micella . Akhirnya gue memilih untuk memulangkan novel yang gue pinjem diperpustakaan . Dan kejadian yang enggak gue sangka-sangka
" Duhhh " ujar gue
" Eh sorry sorry , eh lo lagi marcella sekali lagi lo dapet piring dari kemarin nabrak gue mulu hahaha " canda arbaim
" Duh maap imm gua ga liat sumpah , gua ga sengaja " ujar gue
Tiba-tiba micella dorong gue
" Eh cewe beasiswa ! Lu tuh genit ya ! " Ujar micella
" Eh hati hati lu kalau ngomong ! Siapa yang genit gue ga sengaja tau " marah gue
" Alah cewe murahan kaya lo mah nyari kesempatan sama arbaim .. "
" Jaga omongan lo cell , kita kan udah putus so jangan ganggu gue mulu deh ! " Tegas arbaim .
" Ada apa ribut2 " ujar bu ERA guru BP di sekolah harapan kita .
" Marcella micella segera ke ruang BP ibu akan memanggil orang tua kalian ." Ujar guru bp
Tak lama dr itu orang tua gue dan micella pun datang . Bu era menjelasi semua .
Setelah keluar dari guru BP bunda dan ibu micella berbincang
" Eh shinta anak mu sudah besar sekali ya , ternyata kalian selamat dari kecelakaan itu "
Ujar bunda
" Iya anak kita tumbuh besar seiring berkembangnya waktu maaf kan kesalaahan anak ku ya " ujar bu shinta ya itu mamah nya micella
" Marcella ayo pulang " ajak ibu ku
" Bun maaf kan marcella ya sumpah marcella ga gitu kok bu " tangis ku
" Iya nak bunda percaya " ujar bunda
" Bun tadi seperti nya bunda sama mamahnya maicella akrab dan kenapa kalian berbicara tentang ayah? " Tanyaku
" Sudah saatnya kamu tahu nak , bahwa kamu dan micella itu adik kakak tetapi micella itu anak selingkuhan ayah mu , saat diperjalanan mereka tabrakan ayah tidak terselamatkan tetapi mereka selamat . Maaf kan bunda nak baru memberitahu kan mu ini semua " tangis bunda ku
" Apa bun? Kenapa bunda baru memberi tahu ku bun :( ini ga adil " gue pun langsung pergi kekamar
Hati gue bener bener sakit , tentang semuanya , arbaim , ayah , micella , semuanya sakit banget .
*kringggg kringgg* hp ku berdering
"Duh ini siapa sih ." Ujar ku
" Hallo ini siapa ? " Kata ku
" Hai cantikk " kata arbaim
" Oh elo , kenapa? " Ujar ku
" Kok suaranya kaya orang sedih ya? Kenapa? Cantik" tanya nya
" Enggak papa kok ada apa imm? "
" Eh enggak kok , gue mau jujur nih , semenjak gue kenal lo , lo tuh special banget buat guee . Gue suka sama lo cantik , lomau ga jadi pacar gue? " Tegas arbaim .
" Sorry imm gua gatau .lo aja gatau gue siapa "ucap gue
" Gue ngantuk imm gue tidur dulu ya bye " lanjut gue
" Oke cantik good night " ucapnya
Taklama dari itu gue pun langsung tertidur .
Besoknya bunda memberitahu gue kalau nanti malem ada acara makan malem sama temen lelakinya . Disebuah restoran , oke kami pun langsung bergegas ke sana
Direstoran steak abuba kami makan .
Yaampun ada arbaim? Sama pak wira apa ini yang bunda sebut special?
" Eh merlina silahkan duduk " ujar pak wira
" Eh iya pak " ujar ku
" Hey marcella " ujar arbaim
" Kalian saling kenal? " Ujar pak wira
" Ini kan temen sekelas ku pah " kata arbaim
" Oh , yasudah mumpung ada kalian bapak akan kasih tau pengumuman penting 2minggu lagi kami akan melangsungkan perkawinan " ujar pakwira
" Apaaa? " Kaget ku
" Ada apa nak? " Ujar bunda
" Tidak apa apa bu hanya terkejut bahagia " kata ku
Yaampun bagaimana ini? Aku dan arbaim kan lagi dekat . Oh iya arbaim kan tidak tau siapa aku sebenarnya
Sesampainya dirumah aku pusing tujuh keliling
" Kring kringg " handphone ku berdering kembali
" Arbaim? Yaampun "
Ujar ku panik
" Hay cantik " ujarnya
" Imm aku ga mau digannggu , kalau kamu mautau jawabannya kita ketemuan ditama jam 3 sore ya bye . " Ujarku akupun memutuskan telponnya
Malam ini menjadi malam yang panjang , aku tidak bisa tidur , resah galau takmenentu. Akhirnya gue paksain tidur dan terlelap juga :D
Saatnya sore ini jam 3 ditaman
" Cantik kamu dimana aku udah ditaman " tanya arbaim *ditlp
" Bentar ya imm aku lagi dijalan , nah sekarang udah sampai sekarang kamu menengok lah kebelakang " ujarku
*arbaimpuun menengok kearah ku*
" Hai cantik" ucapnya langsung
" Hay im udah siapkan tau siapa aku sebenarnya? " Tanya ku
" Siap kok " katanya
*aku membuka topeng*
" Aku marcella im apa kamu masih mau tau jawaban dariku "
Tanya ku gelisah
" Marcella tanpa kamu mengaku pun aku sudah tau itu kamu , dari suara kamu , dari gaun kamu saat memakai dipesta ku , itu aku yang pilih khusus untuk mu , aku menyukaimu dari saat kita pertama bertemu , kamu itu cantik , pintar , lucu dan semuanya ada dikamu . Aku sayang kamu marcella " ucap arcaim sambil memegang tangan ku
" Tapi Im aku tidak mungkin menerima mu karena orang tua kita akan melangsungkan pernikahan . Apa kamu tidak gelisah? " Tanya ku menangis
" Sudah jangan menangis , sebenarnya aku sangat tersiksa , tetapi mau dikatakan apa lagi . Ini sudah terjadi , biarkan kupendam rasa ini marcella , aku akan tetap mencintaimu walau kamu menjadi kekasih tak sampai bagi ku . Aku sangat mencintaimu marcella "ucap arbaim
Taklama dari itu bunda dan papahnya arbaim melangsungkan pernikahan , hari hari kami jalani layak nya keluarga bahagia , tetapi ada yang mengganjal dari gue dan arbaim karena kami saling mencintai seperti pasangan bukan adik kakak , waktu pun tak terasa , kami sudah lulus dari SMP aku melanjutkan SMA di Sekolah favorite , sedangkan arbaim ia mengikuti pertukaran pelajar diGerman . Semua berjalan seiring waktu micella pun tau siapa aku sebenarnya dan kami pun sangat berteman baik . Biarkan cinta ini habis dimakan waktu aku tetap mencintaimu arbaim kekasih ku yang takan pernah menjadi pasangan ku